Selasa, 07 April 2015

Megalania, saudara jauh dari Komodo

Hai reader, kali ini saya akan membahas tentang saudara jauh dari salah satu Ikon negara kita tercinta.
Yep. jika kalian sudah membaca judulnya pasti sudah bakal tahu apa itu Komodo, tapi apa itu Megalania?

Megalania, atau nama ilmiahnya Varanus Priscus, adalah jenis dari kadal monitor yang hidup di Australia pada era Pleistosen (2.588.000 - 11.700 tahun yang lalu). Wow, berarti mereka sudah punah dong?
Secara ilmilah memang mereka dikatakan punah, akan tetapi, banyak saksi mata yang mengatakan bahwa mereka masih melihat keberadaan makhluk ini dizaman kini. Walaupun begitu, kebanyakan peneliti akan mengatakan bahwa mereka sebenarnya melihat Komodo, bukannya Megalania. Namun benarkah demikian?

Megalania memiliki ukuran panjang badan sekitar 23 kaki atau sekitar 7 meter lebih!!! Wow, besar sekali bukan. Beratnya pun disinyalir dapat mencapai 4.300 pon atau sekitar 1.950 kilogram. Dengan tubuh sebesar ini, tidak mungkin orang bisa salah mengartikannya sebagai komodo. Komodo berukuran rata-rata 2.59 meter saja, jadi bayangkan perbedaannya...
"Tapi Ervan, bukannya kau mengatakan makhluk itu punah sekitar 11.700 tahun yang lalu?"
Iya, saya mengatakan begitu, akan tetapi, ada beberapa bukti yang memungkinkan bahwa makhluk itu masih hidup hingga kini. Diantaranya adalah ditemukannya fosil yang menandakan bahwa makhluk itu baru saja meninggal 300 tahun yang lalu! Itu gak terlalu jauh dengan saat ini bukan.
Kemudian, benua Australia sendiri belum dijelajahi sepenuhnya. Masih ada wilayah yang belum terjamah oleh manusia. Dan bahkan, Megalania juga digambarkan dalam beberapa lukisan suku Aborigin.
Jadi sekarang, mari kita beralih ke bukti penglihatannya saja.

Salah satu bukti yang paling terkenal adalah cetakkan jejak kaki dari makhluk yang diduga Megalania.
Pada tahun 1979, Rex Gilroy, seorang penulis dan Cryptozoologist (peneliti makhluk kriptid) mendapatkan panggilan dari petani di Australia mengenai jejak yang ditinggalkan oleh seekor kadal berukuran 20 kaki. Gilroy lantas membuat plester dari jejak kaki tersebut. Lalu kemudain, pada tahun 2008 kemarin, Gilroy kembali menemukan jejak yang sama dengan jejak pada tahun 1979 tersebut.

Selain jejak tersebut sebenarnya masih banyak bukti penglihatan lainnya, hanya saja Jejak kaki tersebut bisa dibilang sebagai bukti paling otentik dari keberadaan makhluk ini.
Sebagai pengetahuan saja, Komodo, saudara jauh dari Megalania, baru ditemukan pada tahun1910 oleh peneliti dunia. Bisa jadi, Megalania saat ini masih bersembunyi dan menunggu datangnya mangsa.

Dan kemudian kalian akan bertanya,"Tapi Ervan, bagaimana caranya dia bereproduksi? Bukankah jika memang benar ada, berarti makhluk itu harusnya berjumlah lumayan banyak?"
Well, sebenarnya, ada sebuah teori yang diungkapkan mengenai masalah reproduksi Megalania. Kita tahu bahwa Megalania adalah saudara jauh dari Komodo. Dan penelitian pada tahun 2006, Komodo dapat berkembang biak dengan cara Parthenogenesis, dimana telur yang tidak dibuahi oleh sel jantan akan tetap menetas walau tanpa bantuan dari sel jantan sama sekali. Hal ini biasa dilakukan untuk mengontrol populasi komodo pada daerah yang terisolasi dan hanya tersedia sedikit makanan.
Dengan demikian, bisa dikatakan bahwa ada kemungkinan Megalania juga berkembang biak dengan cara yang sama dikarenakan berkurangnya jumlah pasokan makanan mereka.

Sekali lagi, mari kita fikirkan, kita masih belum banyak tahu apa-apa tentang dunia ini. Dan kemungkinan yang akan terjadi didepannya, sangat beragam. Terkadang menakutkan dan terkadang membuat kita penasaran.

Menurut kalian, apakah megalania itu ada?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tolong diisi dengan bahasa yang sopan dan tidak mengundang emosi ya readers?